TRANSFORMATOR

TRANSFORMATOR

Trafo dikelompokkan berdasarkan frekuensi kerjanya. frekuensi kerja trafo dibedakan menjadi 4, yaitu:
1. Trafo daya dengan frekuensi kerja 50 Hz
2. Trafo pendengaran dengan frekuensi kerja 20Hz – 20 KHz
3. Trafo MF dengan frekuensi 455 KHz
4. Trafo RF drengan frekuensi > 455KHZ

Kenapa trfo harus dibedakan menurut frekuensi???

Fungsi suatu trafo secara umum adalah sebagai input impedance antara sumber dan beban, menghambat arus searah (DC) serta meneruskan arus bolak balik(AC), serta menurunkan atau menaikkan tegangan AC.

Dankita ketahui bahwa tranformator bekerja berdasarkan prinsip induksi elektromagnetik. prinsip ini bekerja di karenakan adanya lilitan kawat tembaga pada trafo yang biasa kita kenal dengan lilitan primer dan sekunder.

Menjawab pertanyaan diatas pertama jelas karena kebutuhannya berbeda beda, jika yang kita butuhkan adalah trafo yang berfungsi pada frekuensi >455 KHz lalu kita menggunakan trafo yang berkapasitas frekuensi hanya 20 – 20 KHz tentunya tidak akan berfungsi atau bekerja. Kedua karena setiap trafo memiliki lilitan primer dan lilitan sekunder yang berbeda – beda sehingga trafo dapat dibedakan berdasarkan frekuensi kerjannya.

 

 

Trafo Pengukuran

Transformator pengukuran adalah suatu peralatan listrik yang berfungsi sebagai alat transformasienergi listrik yang digunakan sebagai alat ukur bantu untuk keperluan pengukuran tegangan danarus listrik agar berada dalam jangkauan alat ukur, sehingga pengukuran arus dan teganganlistrik dapat terbaca oleh suatu alat ukur.Trafo pengukuran, ada 2 macam yaitu:
a. Trafo tegangan
b. Trafo arus1.
1. Trafo Arus ( CT )
Trafo arus digunakan untuk pengukuran arus yang besarnya ratusan amper dari arus yangmengalir dalam jaringan tegangan tinggi. Disamaping untuk penguran arus, trafo arus jugadigunakan untuk pengukuran daya dan energi, pengukuran jarak jauh dan relay proteksi.Kumparan primer trafo arus dihubungkan seri dengan jaringan atau peralatan yang akandiukur arusnya, sedang kumparan sekunder dihubungkan dengan meter atau relay proteksi.Pada umumnya peralatan ukur dan relay membutuhkan arus 1 atau 5 A.Trafo arus bekerja sebagai trafo yang terhubung singkat, kawasan trafo arus yang digunakanuntuk pengukuran biasanya 0,05 s/d 1,2 kali arus yang akan diukur, sedang trafo arus untuk proteksi harus mampu bekerja lebih dari 10 kali arus pengenalnya.
Prinsip kerja trafo arus sama dengan trafo daya satu fasa. Jika  pada  kumparan  primer mengalir arus I1, maka pada kumparan primer timbul gayagerak magnet sebesar N1.I1.Gaya gerak magnet ini mempruduksi fluks pada inti, kemudian membangkitkan gaya gerak listrik (GGL) pada kumparan sekunder. Jika termianal kumparan sekunder tertutup, makapada kumparan sekunder mengalir arus I2 , arus ini menimbulken gaya gerak magnet N1I1pada kumparan sekunder.
2. Trafo Tegangan ( PT )
Trafo tegangan adalah trafo satu fasa step-down yang mentransformasi tegangan tinggiatau tegangan menengah ke suatu tegangan rendah yang layak untuk perlengkapan indikator, alatukur, relay, dan alat sinkronisasi  serta berfungsi untuk merubah tegangan tinggi menjaditegangan rendah sehingga dapat diukur dengan Volt meter.. Hal ini dilakukan atas pertimbanganharga dan bahaya yang dapat ditimbulkan tegangan tinggi. Tegangan perlengkapan sepertiindikator, meter, dan relay dirancang sama dengan tegangan terminal sekunder trafo tegangan.

About edisutoto

no coment
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s